Hakikat Manusia Menurut Islam dan Dalilnya

Diposting pada

Setiap manusia dilahirkan sebagai makhluk paling mulia di antara ciptaan Allah. Menurut ajaran Islam, hakikat manusia terletak pada fitrahnya yang suci dan fitrah inilah yang mengantarkan manusia kepada kebenaran. Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna dan memberikan akal serta nafsu sebagai instrumen untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Dalil yang bisa kita temukan dalam Al-Qur’an Surah At-Tin ayat 4:
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Ayat ini menggarisbawahi keutamaan penciptaan manusia dan menegaskan bahwa setiap manusia memiliki kedudukan yang istimewa di hadapan Allah. Fitrah manusia yang suci dan kemampuannya untuk berpikir dan berakal merupakan bukti atas keagungan penciptaannya.

Dalam Islam, hakikat manusia dititikberatkan pada tugas dan tanggung jawabnya sebagai khalifah di muka bumi. Manusia diberi kepercayaan Allah untuk mengelola dan memanfaatkan segala potensi yang ada di alam semesta ini dengan penuh rasa tanggung jawab dan keadilan.

Jadi, sebagai manusia yang beriman, sudah seharusnya kita merenungi serta menghayati hakikat keberadaan kita di dunia ini. Dengan memahami hakikat manusia menurut ajaran Islam, kita diharapkan dapat menjalani hidup dengan penuh kesadaran akan tugas suci yang telah Allah anugerahkan kepada kita.

Hakikat Manusia Menurut Islam dan Dalilnya

Sobat Rspatriaikkt!, dalam Islam, hakikat manusia diartikan sebagai makhluk yang paling mulia dan istimewa yang diciptakan oleh Allah SWT. Manusia adalah ciptaan pilihan Allah yang diberi keistimewaan dan tanggung jawab untuk menjalankan tugasnya di dunia ini. Untuk memahami lebih lanjut tentang hakikat manusia menurut Islam, berikut ini akan dijelaskan secara terperinci dan lengkap berdasarkan dalil-dalil yang ada dalam Al-Qur’an dan Hadits.

Kelebihan Hakikat Manusia Menurut Islam

1. Penciptaan Allah SWT.
Allah SWT menciptakan manusia dengan penuh hikmah dan kebijaksanaan. Allah berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 5, “Hai manusia, jika kamu merasa ragu atas kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari air mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan. Dan Kami keluarkan yang sempurna itu sebagai seorang yang baru. Maka sampaikanlah yang demikian kepada mereka agar mereka berfikir.”

2. Diberi Akal dan Hati.
Allah menciptakan manusia dengan akal dan hati sebagai dua fitrah yang penting. Akal digunakan untuk berpikir secara rasional dan menjalankan tugas-tugas kehidupan. Hati digunakan sebagai pusat nafsu dan emosi yang bisa dikendalikan oleh akal dan iman. Allah berfirman dalam Surah Al-Qiyamah ayat 2-3, “Apakah kamu lihat orang yang mendustakan adanya pembalasan (hari kiamat)? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makanan kepada orang miskin.”

3. Diberi Berbagai Karunia.
Allah memberikan manusia berbagai karunia yang tidak diberikan kepada makhluk lain. Karunia tersebut meliputi keberfungsianan tubuh, panca indera, dan akal budi. Manusia juga diberi kebebasan dalam berpikir, bertindak, dan memilih jalan hidupnya. Allah berfirman dalam Surah Al-Insan ayat 4, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari sebutir (sperma) yang bercampur, agar Kami mengujinya; maka Kami jadikan dia pendengar yang sempurna, penglihatan yang sempurna juga, dan Kami tunjukkan kepadanya dua jalan hidup (dalam dunia dan akhirat).”

4. Diberi Tugas sebagai Khalifah.
Allah menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi ini. Khalifah adalah makhluk yang diberi tanggung jawab untuk memelihara dan menjaga keseimbangan alam semesta. Manusia diharapkan menjalankan tugasnya sebagai khalifah dengan penuh rasa tanggung jawab dan kecerdasan. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 30, “Dan apabila Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.’ Mereka berkata,’Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Allah berfirman,’Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

5. Diberi Potensi untuk Berkembang.
Manusia memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang dan meningkatkan kualitas kehidupannya. Allah memberikan manusia kebebasan dalam berusaha dan berjuang, sehingga manusia dapat mengembangkan diri dan mencapai potensinya sebagai hamba yang bertaqwa. Allah berfirman dalam Surah Al-Insan ayat 14, “Sesungguhnya Kami menawarkan tugas pemeliharaan kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, tetapi semuanya menolak dan enggan menjalankannya. Namun, manusia mau menjalankannya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh.”

Kekurangan Hakikat Manusia Menurut Islam

1. Kelemahan Dalam Mengendalikan Nafsu.
Manusia memiliki kelemahan dalam mengendalikan nafsu dan emosi. Terkadang, manusia bisa tergoda untuk melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama dan norma-norma sosial. Kelemahan ini karena ketidaksempurnaan manusia yang masih rentan terhadap godaan dan hawa nafsu. Allah berfirman dalam Surah Yusuf ayat 53, “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari nafsu itu), karena sesungguhnya nafsu itu adalah karang yang sangat bebal”

2. Mudah Terpengaruh oleh Fitnah Dunia.
Manusia sering kali mudah terpengaruh oleh fitnah dunia, seperti harta, kedudukan, dan kenikmatan duniawi. Kelemahan ini menyebabkan manusia melupakan tujuan sebenarnya di dunia ini, yaitu ibadah kepada Allah. Allah berfirman dalam Surah An-Nur ayat 21, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh berbuat keji dan mungkar. Sekiranya tidaklah ada karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya kamu tidak mengindahkan sesuatu pun darinya. Dan Allah tidak akan memberi peluang kepada orang-orang yang murtad.”

3. Cenderung Berbuat Salah dan Lupa.
Manusia cenderung melakukan kesalahan dan lupa dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai hamba Allah. Terkadang, manusia terlalu fokus pada kepentingan duniawi sehingga melupakan kewajiban mereka sebagai hamba yang beribadah dan bermanfaat bagi orang lain. Allah berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 56, “Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan shalat, dan bersabarlah kamu dalam mengerjakan shalat. Kami tidak meminta rezeki dari mereka; (tetapi) Kami yang memberi rezeki kepada mereka. Dan akibat yang baik adalah bagi orang yang bertakwa.”

Tanya Jawab Tentang Hakikat Manusia Menurut Islam

1. Apa hikmah di balik kelemahan manusia menurut Islam?

Kelemahan manusia menurut Islam memiliki hikmah yang sangat penting. Kelemahan tersebut mengingatkan manusia akan ketidaksempurnaannya sehingga manusia dapat belajar untuk lebih rendah hati dan bergantung sepenuhnya kepada Allah.

2. Bagaimana Islam memandang potensi manusia untuk berkembang?

Islam memandang potensi manusia untuk berkembang sangatlah penting. Manusia diberikan kebebasan berusaha dan berjuang, sehingga manusia dapat mengembangkan diri dan mencapai potensinya sebagai hamba yang bertaqwa. Islam menekankan pentingnya pendidikan, pengetahuan, dan kreativitas dalam mengembangkan potensi tersebut.

3. Apa yang harus dilakukan manusia untuk mengatasi kelemahan dan fitnah di dunia?

Untuk mengatasi kelemahan dan fitnah di dunia, manusia harus berupaya memperkuat iman dan taqwa kepada Allah. Manusia perlu selalu mengingat dan menjalankan ajaran-ajaran Islam, seperti memperbanyak ibadah, menghindari dosa, dan menjaga sholat secara rutin. Dengan memperkuat hubungan dengan Allah, manusia akan mendapatkan petunjuk dan kekuatan untuk menghadapi segala bentuk godaan dan cobaan dalam hidup.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, hakikat manusia menurut Islam memiliki kelebihan dan kekurangan. Manusia diberi keistimewaan oleh Allah sebagai makhluk pilihan-Nya yang diberi akal, hati, dan berbagai karunia. Namun, manusia juga memiliki kelemahan dalam mengendalikan nafsu dan terpengaruh oleh fitnah dunia. Islam mengajarkan manusia untuk selalu berusaha memperbaiki diri, memanfaatkan potensi yang diberikan, dan mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut. Melalui iman dan taqwa kepada Allah, manusia dapat menjalankan peran dan tanggung jawabnya sebagai khalifah di bumi ini dengan baik. Semoga dengan pemahaman yang lebih dalam tentang hakikat manusia menurut Islam, kita semua dapat menjalani kehidupan dengan lebih bermakna dan bertanggung jawab.

Assalamualaikum, perkenalkan saya Ibnu. Saya sangat menyukai berdakwa. Semoga saya selalu diberikan jalan yang baik aamiin