Skala Likert Menurut Sugiyono

Diposting pada

Pendahuluan

Salam Sobat Rspatriaikkt,

Apakah kamu pernah mendengar tentang skala Likert? Skala Likert merupakan salah satu metode pengukuran yang sering digunakan dalam penelitian ilmiah. Metode ini dikembangkan oleh Rensis Likert pada tahun 1932 dan telah menjadi salah satu alat ukur yang paling umum digunakan di berbagai disiplin ilmu, termasuk psikologi, sosiologi, dan ilmu politik.

Pada artikel ini, kita akan membahas secara detail tentang skala Likert menurut Sugiyono, seorang ahli statistik ternama. Sugiyono merupakan seorang profesor emeritus di Universitas Negeri Semarang dan dikenal sebagai salah satu pakar metodologi penelitian di Indonesia.

Dalam penelitiannya, Sugiyono mengembangkan skala Likert dengan beberapa modifikasi untuk memenuhi kebutuhan penelitian di Indonesia. Melalui artikel ini, kita akan memahami konsep dasar skala Likert, cara penggunaannya, serta kelebihan dan kekurangan yang mungkin ada dalam penerapannya.

Jadi, mari kita mulai menjelajahi dunia skala Likert menurut Sugiyono!

Kelebihan Skala Likert Menurut Sugiyono

1. Fleksibilitas: Skala Likert menurut Sugiyono tidak terbatas pada pilihan jawaban ya atau tidak. Dalam skala Likert, responden diberi kesempatan untuk menyatakan tingkat persetujuan atau ketidaksetujuan mereka dengan pernyataan yang diberikan.

2. Pengukuran Multi-Dimensi: Skala Likert menurut Sugiyono dapat mengukur lebih dari satu dimensi atau variabel. Ini memungkinkan peneliti untuk menggali berbagai aspek dari fenomena yang ingin diteliti.

3. Mudah Digunakan: Skala Likert menurut Sugiyono relatif mudah dipahami dan dioperasikan oleh responden. Dengan pilihan jawaban yang jelas, responden dapat dengan mudah mengindikasikan pendapat mereka.

4. Penggunaan yang Luas: Skala Likert menurut Sugiyono telah digunakan dalam berbagai studi penelitian, dan oleh karena itu, telah diuji keandalannya secara luas.

5. Analisis Statistik yang Sederhana: Hasil dari skala Likert dapat dianalisis dengan menggunakan teknik statistik yang sederhana, seperti perhitungan rata-rata atau persentase. Hal ini memudahkan dalam menginterpretasikan data.

6. Pengukuran Kontinu: Skala Likert menurut Sugiyono memberikan tingkat pengukuran tinggi dengan adanya ruang antara jawaban yang berbeda. Hal ini memungkinkan peneliti untuk melihat adanya perbedaan kontinu dalam data.

7. Pertanyaan yang Dapat Disesuaikan: Skala Likert menurut Sugiyono dapat disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Peneliti dapat mengubah jumlah pernyataan atau berbagai pilihan jawaban untuk memenuhi tujuan penelitian mereka.

Kekurangan Skala Likert Menurut Sugiyono

1. Bias Responden: Terkadang responden dalam skala Likert cenderung memberikan respons yang netral. Hal ini dapat mengurangi variasi dan memberikan hasil yang kurang akurat.

2. Interpretasi yang Subjektif: Interpretasi hasil dari skala Likert dapat bervariasi antara individu yang berbeda. Terkadang, respon yang sama dapat dimaknai secara berbeda oleh orang yang berbeda.

3. Ketidakmampuan Mengukur Intensitas: Skala Likert tidak selalu dapat mengungkapkan tingkat intensitas atau tingkat perbedaan yang tepat. Hal ini dapat menjadi batasan dalam pengukuran yang cermat.

4. Kurang Responsif terhadap Perubahan: Skala Likert tidak selalu sensitif dalam mendeteksi perubahan atau perbedaan yang signifikan dalam data. Hal ini terkait dengan batasan dalam pengukuran intensitas.

5. Pilihan Jawaban Terbatas: Skala Likert memiliki jumlah pilihan jawaban yang terbatas, yang dapat mengurangi fleksibilitas dalam pengukuran. Terkadang, responden merasa jawaban yang ada tidak mencerminkan pandangan mereka secara tepat.

6. Kemungkinan Bias Peneliti: Peneliti dapat mempengaruhi hasil skala Likert dengan memilih pernyataan yang tendensius atau menginterpretasikan hasil sesuai dengan keinginan mereka. Hal ini harus diwaspadai agar hasil penelitian bisa lebih objektif.

7. Perlu Keahlian dalam Analisis: Meskipun analisis skala Likert relatif sederhana, tetapi tetap memerlukan keahlian dalam menginterpretasikan data dan mengambil kesimpulan yang valid. Kesalahan dalam analisis dapat menghasilkan kesimpulan yang tidak akurat atau menyesatkan.

Tabel Skala Likert Menurut Sugiyono

No. Pernyataan Tingkat Persetujuan
1 Skala Likert adalah metode pengukuran yang sering digunakan dalam penelitian ilmiah. Sangat Setuju | Setuju | Netral | Tidak Setuju | Sangat Tidak Setuju
2 Skala Likert dikembangkan oleh Rensis Likert pada tahun 1932. Sangat Setuju | Setuju | Netral | Tidak Setuju | Sangat Tidak Setuju
3 Skala Likert digunakan di berbagai disiplin ilmu. Sangat Setuju | Setuju | Netral | Tidak Setuju | Sangat Tidak Setuju
4 Sugiyono mengembangkan skala Likert dengan beberapa modifikasi untuk konteks penelitian di Indonesia. Sangat Setuju | Setuju | Netral | Tidak Setuju | Sangat Tidak Setuju
5 Skala Likert menurut Sugiyono memiliki kelebihan dan kekurangan dalam penerapannya. Sangat Setuju | Setuju | Netral | Tidak Setuju | Sangat Tidak Setuju

FAQ Skala Likert

1. Apa itu skala Likert?

Skala Likert adalah metode pengukuran yang menggunakan pilihan jawaban terkait tingkat persetujuan atau ketidaksetujuan terhadap pernyataan yang diberikan.

2. Siapakah Sugiyono?

Sugiyono adalah seorang ahli statistik yang mengembangkan skala Likert dengan beberapa modifikasi untuk konteks penelitian di Indonesia.

3. Apa saja kelebihan skala Likert menurut Sugiyono?

Kelebihan skala Likert menurut Sugiyono antara lain fleksibilitas, pengukuran multi-dimensi, mudah digunakan, dan analisis statistik yang sederhana.

4. Apa kelemahan skala Likert menurut Sugiyono?

Beberapa kelemahan skala Likert menurut Sugiyono adalah bias responden, interpretasi yang subjektif, dan ketidakmampuan mengukur intensitas dengan tepat.

5. Bagaimana cara menggunakan skala Likert?

Penggunaan skala Likert melibatkan penyusunan pernyataan, memberikan pilihan jawaban berjenis Likert, serta analisis dan interpretasi data yang diperoleh.

6. Apakah skala Likert hanya bisa digunakan dalam penelitian ilmiah?

Tidak, skala Likert juga dapat digunakan dalam berbagai survei atau studi yang memerlukan pengukuran opini atau sikap responden.

7. Bisakah skala Likert digunakan untuk mengukur variabel kuantitatif?

Skala Likert biasanya digunakan untuk mengukur variabel kualitatif atau psikologis, tetapi dapat juga digunakan dalam situasi di mana variabel bersifat kuantitatif jika dibutuhkan.

Kesimpulan

Setelah menelusuri informasi tentang skala Likert menurut Sugiyono, dapat disimpulkan bahwa metode ini merupakan alat ukur yang berguna dalam penelitian ilmiah di berbagai disiplin ilmu.

Skala Likert memiliki kelebihan seperti fleksibilitas, pengukuran multi-dimensi, dan mudah digunakan, yang membuatnya menjadi pilihan yang populer di kalangan peneliti. Namun, terdapat juga beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan dalam interpretasi dan analisis data yang menggunakan skala Likert.

Dalam prakteknya, skala Likert menurut Sugiyono telah membantu peneliti untuk mengukur tingkat persetujuan atau ketidaksetujuan responden terhadap berbagai pernyataan. Dengan analisis yang tepat, hasil dari skala Likert ini dapat memberikan informasi yang relevan dan berharga dalam penelitian.

Oleh karena itu, sebagai peneliti, perlu melakukan penggunaan yang cermat dan mempertimbangkan kelebihan serta kekurangan skala Likert ini sesuai dengan kebutuhan penelitian Anda.

Sekian artikel mengenai skala Likert menurut Sugiyono. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda yang sedang tertarik untuk menggunakan atau mempelajari lebih jauh tentang metode ini. Terima kasih telah membaca artikel ini dan selamat mengeksplorasi dunia penelitian!

Salam Hormat,

Sobat Rspatriaikkt

Penutup

Disclaimer: Artikel di atas hanya bertujuan untuk memberikan informasi umum mengenai skala Likert menurut Sugiyono. Kami tidak bertanggung jawab atas penggunaan informasi ini tanpa penelitian dan konsultasi yang lebih lanjut. Artikel ini juga tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran atau pendapat dari ahli terkait. Kesimpulan dan interpretasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Terima kasih.